Pedantic Bastard

2 Feb 2009

Moving

Filed under: 1 — by ronny @ 10:00 am

Pedantic Bastard has found a new pemanent home at pedanticbastard.com. All of the blog posts here have been copied there, and from now on I will only post new stuff there. So please update your bookmark and/or feed subscription. Thanks, and see you there!

28 Jan 2009

Reply vs. Replay

Filed under: English — by ronny @ 4:36 pm

Kalo mau tau perbedaan artinya, bukalah kamus yah. Kali ini gua cuma mau ngomongin perbedaan pronunciationnya aja.

Supaya gak bingung, pake “replay” sebagai patokan. Kata dasarnya adalah “play” dan kita (biasanya) tidak ada masalah dengan pronunciationnya “play”. Hint: it rhymes with “gay”. Jadi tinggal ditambah “re-” aja di depannya. Gampang kan? Jadi bacanya (kalo ditulis pake Bahasa Indonesia) jadi “ri-plei”, jangan sampe dibaca “ri-plai”.

Kalo udah tau cara mengucapkan “replay”, maka yang “reply” jadi lebih gampang. Bacanya “ri-plai”, bukan “ri-plei”.

18 Jan 2009

Kencing! …

Filed under: English — by ronny @ 9:00 am

… Begitu seruan “Piss!” itu berbunyi kalo diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Padahal yang dimaksud adalah “Peace!”

Mungkin seruan “piss!” ini sering diucapkan oleh orang yang sama dengan yang sering mengucapkan “dung” untuk “dong”, dan menyingkat “ass.” untuk “assalamualaikum”. Klop dah! Kencing, tai, dan pantat.

Mudah2an ntar nama anaknya gak punya arti jelek dalam bahasa lain.

17 Jan 2009

Thank God!

Filed under: English — by ronny @ 9:00 am

Most likely yg sering dimaksud adalah “Thank God!”, bukan “Thanks, God.”

Seruan “Thank God!” ditujukan kepada orang lain, bukan kepada Tuhan. Nadanya adalah setengah mengajak dan setengah menyatakan. Mirip “God be praised!” atau “Terpujilah Tuhan!” (yang dua terakhir ini tidak banyak unsur mengajaknya sih, tapi lebih ke pernyataan atau ungkapan perasaan syukur).

Sedangkan ucapan “Thanks, God.” adalah ucapan yang ditujukan langsung kepada Tuhan, misalnya ketika kita sedang berdoa (berdoa = berbicara langsung dengan Tuhan, kan?).

(Thanks to ndari for the suggestion.)

16 Jan 2009

Koneksitas?

Filed under: Indonesia — by ronny @ 3:52 pm

Kata “koneksitas” lumayan sering saya dengar, contoh terakhirnya ada di artikel Kompas ini.

koneksitas-kompas

Sepertinya kata “koneksitas” ini adalah made-up word. Orang kita kan paling pintar berasumsi dan mengarang2 sendiri. Hehehe.

Kata yang pasti ada itu adalah koneksi dan konektivitas. Keduanya sama2 noun (kata benda), tapi rupanya ada yg ngerasa kalo kadar kekatabendaan dari kata koneksi masih kurang, jadi ditambah akhiran “-itas” lagi biar makin mantep. Atau penulisnya bingung antara “koneksi” dan “konektivitas”, jadi digabung aja biar adil.

Kedua kata tersebut punya arti sedikit berbeda walaupun sama2 kata benda. Dalam kasus artikel Kompas di atas, kata yang seharusnya dipake adalah “koneksi”. Artinya kurang lebih sepadan dengan “hubungan”, sama dengan bahasa Inggrisnya, yaitu “connection”. Sedangkan kata “konektivitas” punya arti yang sama dengan “connectivity”, yaitu berkaitan dengan keterhubungan atau status koneksi.

3 Dec 2008

“Worthed” Lagi

Filed under: English — by ronny @ 2:25 pm

Jenis kata apa yang bisa ditambah akhiran -ed? Hanya kata kerja (verb) aja kan?

Coba deh buka dictionary, cari “worth” trus liat fungsi katanya apa. Saya berani jamin pasti bukan verb.

Yang kita denger orang bule ngomong itu adalah “worth it”, bukan “worthed”!

Bosen dibahas terus.

27 Nov 2008

Eat Your Own Creative Dog Food

Filed under: Indonesia — by ronny @ 11:36 am

Akhirnya ada juga yang ngoreksi gua, walaupun gak kontak gua secara langsung, hehehe. Dan memang betul, gua yg salah. Dan sekarang udah gua benerin.

Gua seneng banget kalo dikoreksi, artinya I’m learning new things. Or, actually in this case, I’m re-learning something that I already knew, but it didn’t stick to me because I thought it was inconsistent. I like consistency. It makes it easier to remember things. Tapi kalo gak bisa konsisten, minimal harus ada penjelasannya supaya bisa masuk akal dan bisa diingat.

Penjelasan atas ketidakkonsistenan kata terjemahan kreatif dan kreativitas itu begini: harusnya supaya konsisten, kalo creative diterjemahkan menjadi kreatif, harusnya kan creativity jadi kreatifitas. Tapi ternyata gua baru tau kalo penerjemahan itu ada pengaruhnya dari Dutch, bukan cuma English. Jadi kreatif itu lebih kena pengaruh Dutch, sedangkan kreativitas dari English.

24 Nov 2008

The -style suffix

Filed under: English — by ronny @ 9:00 am

“I really enjoy Sukabumi’s style porridge.”

It should be “Sukabumi-style” in that sentence, because “Sukabumi-style” is an adjective that describes the porridge (which is the object). Yes, there’s a hyphen between Sukabumi and style when used together as an adjective.

“Style” is neither the subject nor the object in the above sentence.

My style of music is modern jazz.” Style is the subject.

“I hate Sukmawati’s style.” Style is the object.

Then one can use the possessive form.

23 Nov 2008

Every Fridays

Filed under: English — by ronny @ 9:00 am

It’s redundant. ”Every” is always followed by a singular, never plural.

It’s either “every Friday” or “on Fridays”. Pick one, not both. (”On every Fridays” is even worse.)

22 Nov 2008

Negoisasi… mmm… negosiasi?

Filed under: Indonesia — by ronny @ 9:00 am

Yang betul adalah negosiasi.

Hari Kamis malam nonton berita di Metro TV denger reporternya ngomong “negoisasi” sampe dua, tiga kali. Sampe saya mikir, “it sounds about right, but there’s something weird.” Ternyata memang salah, makanya aneh. Saya bandingkan dengan bahasa Inggrisnya baru jelas.

Rasanya kesalahan ini disebabkan kemiripan akhiran “-isasi” dengan “-siasi”, lalu ditambah dengan kebiasaan menyingkat negosiasi menjadi hanya “nego” saja dalam bahasa sehari-hari. Akhiran yang umum kan “-isasi”, jadi harusnya “nego-isasi” kan?

Supaya ingat — kalo masih bingung — bandingkan dengan bahasa Inggrisnya, tapi yang bentuk verbnya, yaitu “negotiate” (as in “I don’t negotiate with terrorists.”) Kata bendanya jadi “negotiation”, bukan “negoisation” (or “negoization” if you’re American).

Next Page »

Powered by WordPress.com